Kota Pasir Berdebu…

Disini.. dibalik tembok putih bersulam kaca hitam ini.. Ku buka mata di sebuah bangunan tua yang kerap disapa Pabrik Keramik oleh kaum Muhajirin itu. Orang tak akan enggan lagi jika datang ke tempat dimana kaca hitam tak lagi berkilau, dimana lantai tak sering kali bersih di hinggapi oleh pesisir debu yang terbang disapa angina bak buih dilautan ini…

Mata ini sek57076507-sand-beetlean terpejam.. ketika luapan emosi orang yang selalu ku hampiri menjadi cercaan sang hati nurani ini. Beragam wajah kujumpai tiap hari dengan nuansa raut yang berbeda… Aku hanyalah orang baru di Bangunan ini…

Kehidupan terkadang aneh dan berbisik. Kota yang dulu ku hinggapi kini jadi sebuah ukiran manis ketika di kota baru ini tempat makan yang biasa ku jumpai pun jarang sekali nampak dimata.. kota yang sering kali orang bilang adalah kota Cikande yangmenurut ku kota dengan seribu pasir berdebu dimana Industri jadi bagian yang teramat vital disudut sudut jalan kota dan dari sebuah kota yang mengiringi kota Tangerang itu..

Disni kubuka mata, telinga, hati, dan jiwa yang semerbak dihantui rasa sepi bak mentari pagi yang mucul seorang diri.. Tak ada keluarga, sepupu, bahkan saudara yang bisa jadi pijakan untuk rehat semalam suntuk..

Hanya bermodalkan teman sekelas yang bisa ku jumpai disini.. Tapi tunggu, itu pun jika mereka sudi melangkahkan kakinya untuk datang ke gubuk kecil ku yang baru di kota ini.. Mereka jauh dari hadapanku, seolah tanah ini bergeming ketika ku tancapkan suara panggilan untuk mereka..

Baca lebih lanjut