Dengarkan Ceritaku

Suara mesin itu masih sangat kental dalam pikiranku.. suara mesin forklip dengan palet yang dihiasi keramiknya.. suara mesin fhoto copy dengan nada nadanya yang khas.. Dan suara musik dalam lantunan komputer tua ini.. entah apa yang kurasakan akhir akhir ini.. Mirip seperti rusa yang tak percaya akan babi terbang.. Mungkin sedikitnya kepercayaan ku akan seseorang itu sirna..

Siang ini, siang dibalik sebuah bangunan tua yang kaya akan sejarah.. dunia industri keramik.. Aku masih bertahan ditempat kumuh ini.. Tempat yang memang ini seolah menjadi awal bagian terpaan hidupku.. dengan terpaan angin yang diselimuti debu saat ku berjalan melewati lorong lorong dengan hiasan karton dan sebilah palet besar yang dihimpit oleh beberapa keramik.. Aku selalu berfikir kenapa banyak yang tak suka terhadap badan mungil ini.. Bahkan desas desus yang ku harus terima adalah aku tidaklah berbeda dengan anak kecil yang tak tahu apa apa.. Anak kecil yang tidak tahu sopan santun harus bergaul dengan orang besar.. Bahkan bisa dikatakan anak besar yang tidak layak menjadi anak besar sesungguhnya.. Apalah itu, ku buang dalam sanubariku yang mungkin bisa ku tuangkan dalam ceritaku kali ini..

Andai.. kadang diriku selalu berandai andai tentang hidup ini.. Andai saja aku seperti dia.. Seperti orang besar normalnya.. Mungkin kata kata anak kecil kepadaku tidaklah ada.. Cacian cacian yang memang itu hanya gurauan belaka.. Tapi tetaplah saja itu bukan suatu gurauan yang patut untuk ditertawakan.. Inilah aku.. Aku ingin orang yang selalu didekatku tahu bahwa inilah aku bukan orang itu.. Tapi kadang tidak..

Namun disaat ku terjebak dalam cacaian itu.. Beruntunglah aku karena memiliki seorang yang mungkin sudah ku anggap ibuku sendiri.. Yang selalu berfikir bahwa akulah anak dewasa yang tidak dipandang dari sudut fisiknya saja.. Aku masih ingat dengan kata kata itu.. Kata kata yang selalu terngiang dalam pikiranku.. “Kedewasaan seseorang itu bukanlah dinilai dari Usia, bahkan bentuk tubuh (fisik)-nya, akan tetapai kedewasaan seseorang itu bisa dilihat dari bagaimana dia berbicara dan berfikir..” Yah.. kata kata itulah yang selalu menghiasi dikala cacian cacian itu datang..

Baca lebih lanjut

Iklan