Sebuah Catatan Kecil untuk Bu Umi

Hari ini.. Dia telah pergi.. Pergi dalam nuansa kantor ku yang kini sepi.. Tak ada tawa jenaka lagi disela sela hiruk pikuk pekerjaanku.. Bu Umi adalah teman, ibu, bahkan sekaligus guru yang pertama pada saat aku pertama kali kerja disebuah perusahaan keramik ini.. Beliaulah yang mengajariku banyak hal tentang dunia kerja baik dari sisi akuntansi yang selama ini aku tak pernah tahu tentang itu.. bahkan berbagai permasalahan diri pribadiku.. Baik itu curhat sampai saat makan tempe goreng khas pabrik ini bersama sama dengan tawa jenaka yang seolah tak ada lagi kepedihan dimuka bumi ini.. dan entah kenapa saat aku menulis kata kata ini tetesan air mata mengalir alami seolah menjadi sebuah makna yang aku sendiri tak tahu harus berkata apa tentang tragedi hari ini.. Oh my god is very very sad moment.. đŸ˜¦

Aku jadi ingat ketika pertama kali kerja diperusahaan ini.. Ketika itu, beliau datang dengan tergesa gesa.. nuansa keterlambatan masih terngiang dalam fikiranku saat melihat raut wajahnya.. selang beberapa menit kemudian beliau menjadi guru pertama ku di perusahaan keramik itu.. raut muka bak seorang ibu yang aku rasa ini seperti di ajari oleh ibu kandung sendiri saat aku mulai merangkak dan berjalan.. Mungkin jika tidak ada beliau aku tidak pernah tahu tentang cara mengisi Jurnal Voucher itu seperti apa, bagaimana memproses Bank Disbursement, bahkan menggunakan mesin struk yang wajib di pakai saat menjurnal transaksi pembelian bahan baku pada saat itu.. Semua berawal dari sini.. Dan semua seperti mimpi bagiku.. Mimpi mimpi saat kubuka mata dari lulusan diploma satu di sebuah universitas swasta yang ada di Cilegon..

Baca lebih lanjut