Arsip Penulis: anggi erlangga

Google Meet

Di musim pandemi covid-19 seperti sekarang ini, banyak orang diharuskan untuk bekerja dari rumah sehingga kecanggihan teknologi pun semakin dijajakan. Mulai dari aplikasi Zoom yang sedang naik daun, ada juga webex, dan mungkin sebagian orang cukup menggunakan Whats Up video call. Kembali ke Zoom, yup salah satu karya negara Tiongkok ini memang secara operation sangat mudah sekali digunakan. Namun apakah anda sudah tahu bahwa sekarang ini google pun sudah mengeluarkan produk anyarnya untuk para penggiat meeting jarak jauh sekalian yaitu google meet.

Aplikasi ini terhitung sangat nyaman digunakan, cukup login ke gmail dan anda akan disuguhkan dengan menu ‘start a meeting’ dibawah menu email anda. Untuk lebih detailsnya anda tinggal klik gambar dibawah ini, selamat mencoba. 🙂

meet

 

Jaserco Futsal

Futsal, salah satu olahraga favorit gue.. dimana klo gue maen futsal seolah-olah gue berada dalam sederetan tokoh yang ada di film Kapten Tsubatsa.. Bayangkan apa jadinya gue bersanding dengan Jun Misugi, Hyuga, Wakasimatsu, Wakabayashi hingga Tachibana Bersaudara.. agak sedikit absurd memang, tapi keputusan yang  tepat adalah ketika untuk pertama kalinya gue diajak bermain futsal oleh temen kampus gue, sedangkan waktu itu gue udah ada dalam satu dekade tidak bermain futsal dikarenakan ada satu momen langka yaitu jatuh dari ketinggian gedung tiga lantai. Ceritanya menarik campur horror mirip ketika lo makan rujak bebek kemaren sore.

Well, sekarang gue punya tim futsal namanya Jaserco Futsal.. orang-orang yang tergabung dalam tim ini adalah mayoritas pekerja Jakarta – Serang, mereka punya rumah dan keluarga di Serang kemudian mencari nafkah di Ibu Kota Jakarta, mirip dengan sekelompok kawanan burung bangau yang ketika pagi mereka berangkat dan sore hari mereka kembali dari peraduan.

Motto kami tidak rumit dan tidak se-epik tim yang bermain di liga futsal Indonesia..  ‘Tertawa dan Berbagi Keringet’ itu saja tidak lebih.. Ya selebihnya jika ada diantara salah satu dari kami yang berulang tahun maka mau tidak mau, suka tidak suka at least beliin minuman aqua satu kardus di lapangan 😀

Bermain dengan mereka sangatlah menyenangkan, tidak perlu rumit untuk menjadi sekelas bintang lapangan layaknya seorang Lionel Messi atau bahkan sekelas Christiano Ronaldo. Effort kami hanyalah bagaimana mencetak gol ke gawang lawan dengan gaya khayang atau koprol.. hehe tidak sekonyol itu koq 🙂 yang jelas jika lo bawa bola hal yang paling simple adalah bagaimana secara permainan lo gak diketawain sama temen se-tim lo either itu lo jatuh terjungkal-jungkal karena nginjek bola atau lo pura-pura pingsan karena gak kuat nahan ketawa yang padahal temen lo ngetawain lo..

Jika lo punya temen main bareng, ajak-ajaklah gue futsal yah bro.. 😉

Bay the way sebenernya gue punya banyak cerita mengenai Tim Jaserco Futsal ini, nanti bakalan gue detail-in lagi siapa-siapa pemainnya.. Sumpah ini gak bakalan garing, segaring rempeyek udang di Warung Uduk jalan pasar rau..

Hujan

Day 1

Hikmah hujan, bisa kumpul bareng, bisa saling menatap, dan bisa saling pegangan tangan.

Hujan kali ini mungkin terasa berbeda, hujan yang penuh makna bagi sebagian orang. Bagi saya hujan terasa romantis apalagi bareng orang terkasih. Melihat sepasang muda mudi meneduh di tepian pohon dan ada juga yang bersandar di halte keramaian. Sedikit iri, andai waktu bisa terulang, mungkin saya akan berada disana merasakan apa yang mereka rasakan.

Wajah wajah senja yang terguyur air hujan terlihat kilau kemilau diterpa lampu jalanan. Ketika itu mungkin sebagian orang akan merasa diuji oleh kekuyupan dan terpaan angin senja menjelang malam, tapi saya yakin mereka akan saling menguatkan. Pegangan tangan itu seolah berkata “kau akan baik-baik saja, sayang..” alllaaah..

 

 

Day 2

Kemarin tempat ini ramai, ramai dengan hiruk pikuk pencari devisa. Sebagian dari mereka bertahan hingga hujan itu benar-benar reda, namun ada sebagian lagi mencoba untuk menerobos membelah serpihan hujan yang diiringi dengan angin senja itu.

Hari ini saya sedikit tercerahkan, bisa berbincang-bincang dengan sahbat lama. Ya walaupun kami hanya sebatas kenal dikantor, tidak menjadi dinding pemisah untuk kami bertegur sapa saat di jalan. Lega rasanya punya sahabat yang mau di ajak bertukar fikiran. Apalagi di tempat yang umumnya berbeda usia, mencari teman sepemikiran bagai mencari jarum dalam jerami ditengah semak belukar nan gersang.

Hidup memang punya dinamikanya sendiri. Kejenuhan itu kadang up and down. Dikala jenuh biasanya tak ada hal yang menarik untuk dilakukan kecuali bagi saya adalah mendengarkan musik sekencang-kencangnya hingga tak terasa tubuh ini pun larut dalam kemeriahannya.

Sebagian alam sadar ini terperanjat mencoba ingin pergi dari tempat yang sudah lama menghiasi kanvas kehidupan. Saya diambang kelabilan, hingga Bus yang saya tunggu pun tiba..

life is like watching a soccer match..

OMG

Gue kadang bingung dengan sekelompok orang yang kerjaannya hanya mengomentari kehidupan orang lain, kesannya seperti dia sangat tahu bahwa dunia persilatan ini tidaklah berguna jika tidak memakai jurus rawarontek. Memang kedengerannya sedikit absurd, tapi ini yang selalu terlintas dalam fikiran dan kadang masuk lewat pintu mana saja doraemon ke dalam mimpi gue.

Well, tidak ada yang salah memang dan gue juga bingung siapa yang mesti disalahkan karena menurut gue kehidupan itu layaknya seperti sedang menonton pertandingan super big match antara Manchester United vs Manchester City. Jika tidak ada seorang komentator maka pertandingan tadi hanyalah pepesan ikan mas tanpa garam dan tanpa daun, kurang menarik aja gitu.. Kek ada sesuatu yang hilang.. Padahal jika kita berfikir secara jernih sang komentator itu belum tentu sebisa bahkan sejago pemain di lapangan. Contoh “Ya kita lihat pemirsa si nganu menggiring bola, gocak gocek sebentar meliuk-liuk dengan aroma tubuhnya dan pemain, oh tidak pemain itu temennya sendiri.. OMG kenapa temennya sendiri di gocek.. dan kita lihat lagi.. goooollll… oleh temennya sendiri”

Apendiks

Tepat di dua bulan lalu gue kena serangan yang membabi buta, yaitu penyakit usus buntu, yup gue mengidap penyakit Apendiks.. Jeng.. Jeng.. Jeng.., penyakit ini memang tidak datang begitu saja seperti klo lo datang ke Wartel buat telpon SLJJ 😀 melainkan penyakit ini ukanker-usus-besar-_150119071327-437deh gue rasakan setahun yang lalu, bisa di bilang ini penyakit kambuh-kambuhan jika tuh Usus Buntunya gak di potong.. Dulu sih gue pernah ke RS tapi pas di RS kenapa si AsDok bilang “Mas ini Usus Buntu, Sore ini langsung operasi yah..” sambil mijit-mijit perut one pack gue.. Dikira gue kucing kali ye dengan mudahnya doi bilang tanpa ada prahara dosa.. Seketika itu gue langsung seger dan pura-pura telpon keluar padahal si AsDok gak tahu klo gue mau kabur.. hahaa.. emang enak gue kerjain!

Sebulan kemudian, gue ngerasa gagah (lho koq?!) eit tunggu maksud gue, gue bisa ngantor dengan tanpa rasa sakit.. Well, yang lebih menyenangkan ketika itu gue bakalan dapet angpao dari Big Boss Perusahaan gue, dengan suka cita gue memberanikan dateng ke kantor yang padahal pas gue bangun gue ngerasa ada yang aneh, gue ngerasa ada bongkahan emas di bantal gue.. hahaa.. gak lah yang jelas gue gak enak body waktu bangun sob! dengan tanpa ada dosa gue mandi gejebar-gejebur terus gue pergi ke kantor, eh pas di kantor kenapa perut gue mules ye.. Akhirnya sang toilet pun berkata “marilah kemari hey hey heeeyy… hey kawan..” 😀 Sedikit absurd memang toilet kantor gue..

Akhirnya ketika gue bangun dari rintihan toilet yang membara itu gue berjalan tergopoh-gopoh sambiel meringis kesakitan, untung saja pas gue meringis kesakitan ada temen kantor gue bernama Pak Fauzi yang ketika itu sedang ngaca ganteng.. seketika itu juga gue langsung di bopong ke belakang musholla untuk meredakan sedikit ketegangan yang merajalela ini..

Banyak orang kantor yang ngegerumunin gue dan saking banyakanya mereka terlihat seperti lalat yang sedang menyantap makanan sambal pake kaca mata, memang sedikit terbaca absurd tapi sumpah ini kenyataan bro.. 😀 Setelah mereka menyadari bahwa gue ini terlihat sakit maka tak fikir panjang akhirnya gue pun di bawah ke RS Pelni Petamburan untuk segera di ambil tindakan.. Tindakan yang pertama kali gue rasakan adalah bagaimana di sumpelin pil pereda sakit yang dimasukan kedalam anus.. Oh this so hard man..

Sakit demi sakit gue sangat rasakan hingga tak sedikitpun terlewatkan, tak pernah gue rasakan sebelumnya karena hanya ini sakit yang tersakit dalam kehidupan gue, diibaratkan orang putus cinta maupun sakit gigi gue lah orang pertama yang berani ngadu dengan para penderita sakit cinta dan gigi itu..

Telepon..

teleponAda yang aneh ketika seorang manusia ngangkat telepon dikantor gue. “halo.. bisa bicara dengan ricky?” tanya manusia diujung sana, “iya Pak.. saya sendiri” sahut Ricky. Padahal dikantor gue saat itu banyak orang. Koq bisa-bisa nya si Ricky bilang ‘saya sendiri’ emang lo kira ni kantor lo sendiri yang kerja.. hellooo.. please dunk bro agak warasan dikit! Hahaa..

Selain itu ada beberapa hal absurd lain yang bikin gue senyum-senyum simpul sendiri, diantaranya pernah waktu itu gue lagi baca tiba-tiba ada si om brav yang angkat telepon juga “halo boss.. gimana kabarnya boss? Gimana jadi ambil orderannya kan boss?” trus dia bilang lagi “ouw masalah itu toh boss.. nanti ya boss saya bilang boss saya dulu..” seketika ada hening yang panjang.. sebenernya ni orang punya boss berapa siech?! Apakah semua orang didunia ini adalah boss nya dan dia adalah jongoss sejatinya? Memang gue percaya setiap orang pasti punya kegelian masing-masing tapi tolong jangan segeli ini om brav. 😀

Pagi yang Sendu..

Gue percaya setiap orang pasti punya keahliannya masing masing. Gue pernah punya angan-angan tinggi berkerja disebuah perusahaan yang bisa membuat gue pergi kesana kemari bahkan pergi keluar negeri. Berbekal sebuah doa yang tiap sehabis sholat gue panjatkan dengan khidmat, namun pada akhirnya mimpi itu belum gue rasakan sepenuhnya.

pagiKini gue bertengger disebuah perusahan chemical, gedungnya persis berada di sebrang gedung samudera. Banyak waktu luang yang bisa gue gunakan. Kadang browsing, kadang maen COC, dan kadang gue baca buku, entah itu buku sebuah motivasi hidup sampai buku perjuangan Bapak Bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Masih banyak pekerjaan rumah dan angan yang gue rencanakan kedepan. Menjadi seorang penulis memang cita-cita gue ketika masih kecil dahulu. Disini gue bisa cerita apa saja yang gue alami dan rasakan. Cerita tentang bagaimana meloloskan diri dari sekumpulan mahasiswi ketika gue di kamar mandi kampus hingga cerita disebuah bis kota yang isinya para pencopet ulung.

Well baik itu semua gue tetap berpegang teguh pada firman Tuhan, Dia tidak akan mengubah nasib sebuah kaum jika kaum itu tidak mau merubah diri mereka sendiri. Tinggal bagaiman gue menjalani kehidupan ini dan juga berdoa banyak-banyak agar Tuhan meridhoi apa yang gue akan lakukan.

……………………………………