Sekilas Seperti Tulisan Tahun Baru Hijriah

Malam yang sepi menerpa ketika hembusan angin menyelinap kedalam kalbu. Malam yang gundah dengan lantunan musik mengisi kekosongan ruang pikiranku malam ini. Hidup terlalu pendek jika hanya dipakai dengan bersedih dan putus harapan. Ketika angan ingin mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya, ketika angan ingin segera beranjak dari tempat ini dan ketika sejuta harapan ku gantungkan disebuah kota untuk masa depan.

Harapan itu masih ada, harapan untuk selalu punya cita cita yang tinggi. Tinggal menunggu hari dimana teman karibku akan segera meninggalkan kotak kecil beralaskan Koran ini. Sedikit pilu memang rasanya jika harus tinggal sendiri dan berjalan sendiri berangkat mencari sesuap nasi. Tapi inilah hidup, harus tetap berjalan dan harus menerima kenyataan walaupun pahit. Sekarang hanya tinggal menatap masa depan dan memang perasaan untuk pindah itu semakin besar.

HijriahMencari kehidupan baru memang bukanlah perkara yang mudah, perlu proses yang harus dijalani dengan hati terbuka. Biarlah dia pergi dan menemukan kebahagiannya sendiri dan biarkan semua berjalan seperti yang seharusnya, mungkin ini suratan Ilahi dan aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Hanya doa dan harapan besar menjadi penyemangat dalam dada.

Ya Rabb.. di Tahun baru Hijriah ini berikanlah aku kesempatan untuk berkarir dikota baja dan menyusun rencan indah dengan calon pendamping hidupku. Lelah rasanya jika harus seperti ini terus tanpa ada jalan yang jelas dan tanpa bantuan-Mu. Ijinkanlah hamba segera menunaikan sunnatan Rasul-Mu untuk berkeluarga dan dikaruniai calon-caon mujahid mujahid-Mu yang senantiasa ada dalam lindungan-Mu. Aamiin…

Terlepas daripada doa yang telah terpanjat, kini ingin rasanya ku merenung sejenak dari kenyataan hidup ini. Hidup memang berat dan kadang penuh lika liku yang memancing emosi jiwa, namun kadang juga ada canda tawa tersendiri yang memaksa bibir tersenyum lebar.

Baca lebih lanjut

Iklan