Arsip Bulanan: April 2012

Nenekku Sakit

Malam yang indah untuk sebagian orang dan malam yang kelam untuk sebagiannya lagi. Tuhan memang adil dan bijaksana kepada setiap umatnya. Malam yang penuh dengan rintihan binatang malam, penuh dengan cahaya bulan bermandikan bintang. Tak seharusnya malam ini pudar karena tetesan air mata ini.

Hari ini aku mendapatkan kabar tentang nenek ku yang sakit di kampung nan jauh dimata. Sesekali terbayang raut muka beliau yang nampak lusuh dan amat membuatku iba terhadapnya. Aku mulai sadar dengan apa yang saat ini aku peroleh, tak ada satupun makna yang bisa kuberikan kepadanya mengingat jasa jasanya yang penuh kasih dan tulus mengaasuh aku ketika kecil. Kadang ingin sekali hati ini berteriak dan berkata “Tuhan.. Kapan aku bisa membahagiakan beliau?” hanya kata kata itulah yang sekarang ada didalam benakku. Aku ingin sekali melihat beliau tersenyum ketika aku bisa memberikan yang terbaik untuknya.

Dunia ini kadang penuh dengan teka teki, penuh dengan arah melintang dan penuh dengan ketidak pastian. Keyakinan memang terkadang bulat dan bahkan terkadang pudar. Tak ada satu pun dari keluarga nenek terutama anak anaknya yang perduli akan hidupnya. Mereka seolah menutup mata dengan kesibukannya dan berpikir bahwa nenek bukan lagi tanggung jawabnya. Andai mereka tahu bagaimana mereka dilahirkan dan dirawat hingga besar dan menjadi manusia yang bisa berpenghasilan sendiri. Tak ayal memang harta membuat mereka tak berdaya.

Dibalik tembok ini aku bercerita.. bercerita pada diriku sendiri tentang apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolong beliau, jika saja aku memiliki kekuatan harta pada detik ini pasti aku tak akan tinggal diam disini. Aku akan pulang dan menjenguk beliau yang sedang sakit. Hanya bibiku yang sekarang ada dirumah dan juga adikku yang memang dia selalu menjaga nenek. Aku hanya bisa berdoa semoga beliau cepat sembuh dan berharap semua akan baik baik saja. Amin

Baca lebih lanjut