Telepon..

teleponAda yang aneh ketika seorang manusia ngangkat telepon dikantor gue. “halo.. bisa bicara dengan ricky?” tanya manusia diujung sana, “iya Pak.. saya sendiri” sahut Ricky. Padahal dikantor gue saat itu banyak orang. Koq bisa-bisa nya si Ricky bilang ‘saya sendiri’ emang lo kira ni kantor lo sendiri yang kerja.. hellooo.. please dunk bro agak warasan dikit! Hahaa..

Selain itu ada beberapa hal absurd lain yang bikin gue senyum-senyum simpul sendiri, diantaranya pernah waktu itu gue lagi baca tiba-tiba ada si om brav yang angkat telepon juga “halo boss.. gimana kabarnya boss? Gimana jadi ambil orderannya kan boss?” trus dia bilang lagi “ouw masalah itu toh boss.. nanti ya boss saya bilang boss saya dulu..” seketika ada hening yang panjang.. sebenernya ni orang punya boss berapa siech?! Apakah semua orang didunia ini adalah boss nya dan dia adalah jongoss sejatinya? Memang gue percaya setiap orang pasti punya kegelian masing-masing tapi tolong jangan segeli ini om brav. 😀

Pagi yang Sendu..

Gue percaya setiap orang pasti punya keahliannya masing masing. Gue pernah punya angan-angan tinggi berkerja disebuah perusahaan yang bisa membuat gue pergi kesana kemari bahkan pergi keluar negeri. Berbekal sebuah doa yang tiap sehabis sholat gue panjatkan dengan khidmat, namun pada akhirnya mimpi itu belum gue rasakan sepenuhnya.

pagiKini gue bertengger disebuah perusahan chemical, gedungnya persis berada di sebrang gedung samudera. Banyak waktu luang yang bisa gue gunakan. Kadang browsing, kadang maen COC, dan kadang gue baca buku, entah itu buku sebuah motivasi hidup sampai buku perjuangan Bapak Bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Masih banyak pekerjaan rumah dan angan yang gue rencanakan kedepan. Menjadi seorang penulis memang cita-cita gue ketika masih kecil dahulu. Disini gue bisa cerita apa saja yang gue alami dan rasakan. Cerita tentang bagaimana meloloskan diri dari sekumpulan mahasiswi ketika gue di kamar mandi kampus hingga cerita disebuah bis kota yang isinya para pencopet ulung.

Well baik itu semua gue tetap berpegang teguh pada firman Tuhan, Dia tidak akan mengubah nasib sebuah kaum jika kaum itu tidak mau merubah diri mereka sendiri. Tinggal bagaiman gue menjalani kehidupan ini dan juga berdoa banyak-banyak agar Tuhan meridhoi apa yang gue akan lakukan.

……………………………………

Nenekku Sakit

Malam yang indah untuk sebagian orang dan malam yang kelam untuk sebagiannya lagi. Tuhan memang adil dan bijaksana kepada setiap umatnya. Malam yang penuh dengan rintihan binatang malam, penuh dengan cahaya bulan bermandikan bintang. Tak seharusnya malam ini pudar karena tetesan air mata ini.

Hari ini aku mendapatkan kabar tentang nenek ku yang sakit di kampung nan jauh dimata. Sesekali terbayang raut muka beliau yang nampak lusuh dan amat membuatku iba terhadapnya. Aku mulai sadar dengan apa yang saat ini aku peroleh, tak ada satupun makna yang bisa kuberikan kepadanya mengingat jasa jasanya yang penuh kasih dan tulus mengaasuh aku ketika kecil. Kadang ingin sekali hati ini berteriak dan berkata “Tuhan.. Kapan aku bisa membahagiakan beliau?” hanya kata kata itulah yang sekarang ada didalam benakku. Aku ingin sekali melihat beliau tersenyum ketika aku bisa memberikan yang terbaik untuknya.

Dunia ini kadang penuh dengan teka teki, penuh dengan arah melintang dan penuh dengan ketidak pastian. Keyakinan memang terkadang bulat dan bahkan terkadang pudar. Tak ada satu pun dari keluarga nenek terutama anak anaknya yang perduli akan hidupnya. Mereka seolah menutup mata dengan kesibukannya dan berpikir bahwa nenek bukan lagi tanggung jawabnya. Andai mereka tahu bagaimana mereka dilahirkan dan dirawat hingga besar dan menjadi manusia yang bisa berpenghasilan sendiri. Tak ayal memang harta membuat mereka tak berdaya.

Dibalik tembok ini aku bercerita.. bercerita pada diriku sendiri tentang apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolong beliau, jika saja aku memiliki kekuatan harta pada detik ini pasti aku tak akan tinggal diam disini. Aku akan pulang dan menjenguk beliau yang sedang sakit. Hanya bibiku yang sekarang ada dirumah dan juga adikku yang memang dia selalu menjaga nenek. Aku hanya bisa berdoa semoga beliau cepat sembuh dan berharap semua akan baik baik saja. Amin

Baca lebih lanjut

Happy Birth Day for Me

Dipagi yang sunyi ini ku menatap asa dalam kalbu,, menatap akan semua bayangan yang tak pernah ku lihat sebelumnya.. akh so sadap.. gue ngerasa akhir-akhir ini kurang nyaman dengan posisi gue sebagai manusia kuli, entah itu kuli macul maupun kuli nyuci piring (lho ko?!) hahaha.. ga’ lha yang jelas gue ngerasa hidup ini monoton.. 😀

birthdayMonoton akan makan nasi dan monoton klo pagi harus kerja dan kerja, but begitulah hidup yang kadang penuh misteri.. hmmm.. syukuri apa yang ada saja “Jangan Menyerah – D’Masiv” play ON.. Anyway busway kemaren siang gue jadi ingat setelah mengeluarkan kata kata nasi, ada satu hal unik dimana pas gue makan siang gue ngambil nasi dengan penuh kelembutan dan penuh kasih sayang sepiring medak (bahasa bawaan) eh si ibu ibu kantin dengan biadabnya mengatakan “Jangan ambil nasi banyak banyak!” sambil melotot dan muka penuh ampas kopi yang gue rasa ini seperti penjara bawah tanah yang dilengkapi besi panas permanen (opo iki?!) yang jelas ini siapa yang bayar, si ibu kantin or gue yang traktir dia.. hmm,, seperti beban moral dengan penuh kepalsuan.

Tak ayal banyak orang yang mengklaim bahwa kantin ini harus segera di tutup dan digantikan dengan POM Bensin (lho ko?!), yang jelas mungkin akan lebih baik jikalau si ibu ibu kantin itu diganti dengan seorang yang mempesona seperti Dian Sastro mungkin or Karisa Puteri (woow pasti kantin langsung tutup gara gara ga’ bisa ngegaji artis papan atas tersebut) yang jelas gue berharap klo si ibu ibu kantin itu harus banyak belajar PPKn or sejenis pelajaran kungfu lainnya (lho ko?!).

Then gue ga’ ngegubris perkataan si ibu ibu kantin itu, dengan hati damai dan tenang gue langsung memenuhi undangan piring agar dia penuh dan gue ngerasa ini adalah kebanggan tersendiri bisa nyuekin perkataan suci ibu kantin,, horee.. hoooreee… (bergaya ala dora the explorer sambil gigit tusuk sate), finally gue bisa makan dengan khusyuk dan dengan beragam lauk pauk yang ada dan lebih beharapnya lagi ada yang mau bayarin makanan gue,, hahahaa….

Baca lebih lanjut

When U Get Up…

Suara adzan masih menggema di telinga ini ketika sang fajar sodiq muncul di upuk barat. Ketika kita bangunkan raga ini, apakah yang mulai kita fikirkan?! Hmm.. mungkin sudang jadi barang langka bila kita melakukan hal seperti itu.. Dunia ini fana, hanya sementara.. ada baiknya kita renungkan sejenak…

Lihatlah kepala kita!!

Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya dan upaya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia didalam fikirannya?

Lihatlah mata kita!!

Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan ciptaan-Nya, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?!

Baca lebih lanjut