Nenekku Sakit

Malam yang indah untuk sebagian orang dan malam yang kelam untuk sebagiannya lagi. Tuhan memang adil dan bijaksana kepada setiap umatnya. Malam yang penuh dengan rintihan binatang malam, penuh dengan cahaya bulan bermandikan bintang. Tak seharusnya malam ini pudar karena tetesan air mata ini.

Hari ini aku mendapatkan kabar tentang nenek ku yang sakit di kampung nan jauh dimata. Sesekali terbayang raut muka beliau yang nampak lusuh dan amat membuatku iba terhadapnya. Aku mulai sadar dengan apa yang saat ini aku peroleh, tak ada satupun makna yang bisa kuberikan kepadanya mengingat jasa jasanya yang penuh kasih dan tulus mengaasuh aku ketika kecil. Kadang ingin sekali hati ini berteriak dan berkata “Tuhan.. Kapan aku bisa membahagiakan beliau?” hanya kata kata itulah yang sekarang ada didalam benakku. Aku ingin sekali melihat beliau tersenyum ketika aku bisa memberikan yang terbaik untuknya.

Dunia ini kadang penuh dengan teka teki, penuh dengan arah melintang dan penuh dengan ketidak pastian. Keyakinan memang terkadang bulat dan bahkan terkadang pudar. Tak ada satu pun dari keluarga nenek terutama anak anaknya yang perduli akan hidupnya. Mereka seolah menutup mata dengan kesibukannya dan berpikir bahwa nenek bukan lagi tanggung jawabnya. Andai mereka tahu bagaimana mereka dilahirkan dan dirawat hingga besar dan menjadi manusia yang bisa berpenghasilan sendiri. Tak ayal memang harta membuat mereka tak berdaya.

Dibalik tembok ini aku bercerita.. bercerita pada diriku sendiri tentang apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolong beliau, jika saja aku memiliki kekuatan harta pada detik ini pasti aku tak akan tinggal diam disini. Aku akan pulang dan menjenguk beliau yang sedang sakit. Hanya bibiku yang sekarang ada dirumah dan juga adikku yang memang dia selalu menjaga nenek. Aku hanya bisa berdoa semoga beliau cepat sembuh dan berharap semua akan baik baik saja. Amin

Tak terasa tetesan air mata ini mengalir begitu derasnya dan semoga saja nenek dalam keadaan baik baik saja disana. Ya Tuhan berikanlah hamba kekuatan dalam hal ini. Semoga anak anak nenek sadar dan mau menyumbangkan sedikit saja waktu dan hartanya kepada beliau. Jika mereka ada di posisi nenek mungkin mereka akan berpikir hal yang sama. Dan tentunya ini mempengaruhi psikologis dan semangat aku dalam bekerja. Seharian tadi konsentrasiku agak hilang ditelan raut wajah nenek disana. Aku hanya bisa telpon adikku dan berharap nenek cepat sembuh. Kemudia adikku bercerita bahwa dia tak pernah makan karena memang tak ada lauk yang bisa dimakan selain nasi. Begitupun nenek himbaunya, beliau hanya bisa makan dengan kepala ayam karena itu memang hobi dan rasanya harganya pun amat murah meriah. Aku pun terdiam dan amat tak bisa berkata apa apa.

Ya Tuhan…

Learn Japanese with JapanesePod101.com

Free Website Hosting

Iklan

7 thoughts on “Nenekku Sakit

  1. Semoga semua berjalan lancar bro..
    kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita..
    sering2 berdoa kepada yang di atas.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s