Tiga Em (3M) untuk Kebersihan

Ketika kampus bersih hingga tak ada satu sampah pun yang terlihat oleh mata, gue pun beranjak untuk santai sejenak menikmati panorama langit pagi Bonakarta Cilegon ditemani secangkir teh panas yang rasanya nikmat sekali.. gue adalah salah seorang dari sekian banyak mahasiswa yang harus bekerja keras untuk bisa mencicipi bangku kuliah yang rasanya sangat mahal sekali. Demtiga-em-untuk-kebersihani kuliah apapun gue lakuin, walau kolor taruhannya (lho?!), gaโ€™ lha.. yang jelas, masa depan tak akan cerah jika hanya mengandalkan ijzah SMA saja.. (menurut gue lho ye..) tapi, memang terkadang faktor dewi fortuna pun menentukan..

Tinggal dikota baja adalah sekian mimpi yang tak bisa gue bayangkan sebelumnya, dimana rasa untuk menjaga kampus dari kebersihan pun harus gue lakukan.. dengan berbekal keberanian dan muka tebal untuk bisa menghadapi ocehan yang kerap biasa terjadi dalam keseharian gue.. hmm.. memang inilah hidup, sulit untuk ditebak, yang jelas gue bersyukur banget dengan semua ini.. (eh tunggu, gue ko malah jadi curhat gene sech!!). ๐Ÿ˜€

Terkadang memang jengkel rasanya, ketika mahasiswa atau pun mahasiswi tak lagi menghormati kebersihan, bahkan management pun demikian. Jangankan untuk dirinya, untuk lingkungannya pun tak ia hiraukan, sehingga tak ayal jika kota yang berwawasan lingkungan ini terkesan kotor sekali.

Kebersihan memang tak bisa diwujudkan hanya oleh satu orang saja, atau pemerintah yang mengadakan gotong rotong kebersihan. Akan tetapi kebersihan dimulai dari diri kita, dimulai dari hal yang terkecil, dan dimulai dari saat ini. Ada baiknya juga jika kita melakukan apa yang dikatakan oleh Aa Gym dengan โ€˜3Mโ€™-nya itu..

Dimuali dari diri kita : โ€œkebersihan bukan milik orang lain atau hanya milik orang orang tertentu saja, akan tetapi kebersihan adalah milik kita. Milik jiwa yang menginginkan kesehatan, keasrian, dan keselarasan. Karena kesehatan, keasrian, dan keselarasan adalah awal dari kebersihan.. Dan ketika kebersihan itu sudah melekat, membuang sampah sembarangan akan terasa malu dan merupakan hal yang tidak terpuji adanya, sehingga tak hanya lingkungan, kota, bahkan Negara saja yang di untungkan. Akan tetapi semua orang akan ikut merasakannya, merasakan indah dan sejuknya tinggal di Nusantara tercinta ini.. Mulailah dari diri kita sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya.. (yupz.. bener banget!!)โ€œ

Dimulai dari hal yang terkecil : โ€œsebenarnya kebersihan itu tidak sulit untuk diciptakan, tak hanya dimulai dari diri sendiri saja, bahkan kebersihan itu dapat diciptakan dengan hal yang terkecil.. misalnya saja membiasakan untuk memungut sampah jika melihatnya tergelatak begitu saja tanpa kasih sayang seorang ibu (lho ko?!), yang jelas memungut sampah itu lebih baik daripada membuangnya.. (menurut gue sech..) โ€˜dan membuangnya juga pada tempatnya dhonk..โ€™ (peace)โ€

Dimulai dari saat ini : โ€œorang bijak berkata, bahwa โ€˜apa yang kau bisa lakukan hari ini, lakukanlah.. jangan menunggu hari esok..โ€™ gue menambahkan sebagai orang bijak taat pajak.. hahaa.. (tertawa binal), bahwa โ€˜hari esok belum tentu hari ini dan pasti laen lagi ceritanya..โ€™ memang sedikit konyol.. tapi ini serius, klo โ€˜3Mโ€™-nya Aa Gym itu saling berkaitan, jika kebersihan itu tidak dimulai dari diri kita, maka hal yang terkecil tak akan bisa dimulai dari hari ini (walah?!), yang jelas kebersihan itu tidak mahal jika kita melakukannya pada saat ini.. ngapain nunggu hari esok sech, klo bisa hari ini.. ya nggaโ€™?? :)โ€

Lagian, dalam agama sendiri kebersihan telah dijelaskan secara gamblang dan kontemporer abies.. (walah?!), sesuai dengan hadistnya Rasulullah SAW, โ€˜annadzofatu minal iman..โ€™ yang artinya โ€˜kebersihan itu sebagian dari iman..โ€™ Inilah yang menjadi landasan bahwa jika kita menjaga dan memelihara kebersihan. So, itu sama saja dengan menjaga dan memelihara iman kita sendiri.. ya nggaโ€™ sech?! (klo salah, tolong dibenerin yach.. hehee..).

Krisis kebersihan sebenarnya adalah masalah utama di Negara kita, Negara yang agraris, Negara yang indah, dan Negara yang terkenal akan kekeluargaannya. Tapi sering kali mereka (para pemimpin) seakan tidak acuh dan memandang sebelah mata dengan hal yang namanya kebersihan itu sendiri.. Dan seringkali dianggap sebagai hal yang spele, hal yang tidak penting untuk dibicarakan dan hanya milik orang orang seperti cleaning service, OB, pembantu, tukang kebun, atau petugas kebersihan saja.. Sehingga, image Negara yang indah, bersih dan asri itu kini seakan tak benar lagi adanya. Seolah ini hanya warisan nenek moyang yang hanya bisa dinikmati tanpa bisa dijaga dan dilestarikan untuk kelangsungan hidup berikutnya, yaitu kelangsungan hidup anak cucu kita..

Andai saja, Negara ini menghormati, mengahargai, dan melaksanakan kebersihan dengan sebaik baiknya, pasti culture banjir yang kerap terjadi tiap tahun tak akan pernah terjadi lagi..

Dan gue sebagai mahasiswa sekaligus anak negeri yang baik dan benar walau belum punya SIM (walah?!), mengajak pada teman teman readers untuk selalu bersikap hidup bersih dimana pun anda berada dan ini juga adalah bentuk dari kepedulian kita dalam menjaga bumi Nusantara yang kita cintai ini.. hahaa.. Karena kebersihan itu akan terasa indah, sehat, dan sejuk rasanya jika kita memulainya dari diri kita, dari hal yang terkecil, dan mulai dari saat ini. Misalnya saja (gaโ€™ usah muluk muluk dech..), cukup membuang sampah pada tempatnya dan menghargai kebersihan walau cuma Rp. 500 perak.. cha yoo..

โ€œAku untuk Negerikuโ€

Supported By :

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

Iklan

68 thoughts on “Tiga Em (3M) untuk Kebersihan

  1. Akuur! Kebersihan penting dan perlu dijaga. Masyarakat luas saat ini perlu ditingkatkan kesadarannya karena masih jauh dari kurang. Resep di postingan ini perlu ditiru kali ya… ๐Ÿ˜€

  2. Kayaknya kLo kayak gini, bukan 3M jadinya, tapi 3D,. ๐Ÿ˜€

    Permasalahannya banyak yang mengetahui hal ini, namun belum banyak yang mengimplementasikannya,. ๐Ÿ˜ฆ

  3. Kebersihan adalah bagian dari Iman? Tetapi mengapa negara kita yang majoritas memeluk agama Islam, negerinya tidak bersih? Sungai di kota besar kotor hitam… pelabuhan speed boat di Ancol berbau busuk… pasar becek karena sampah yang terinjak-injak tercampur air… Coba lihat Singapour… jauh berbeda dengan Batam… Negara-negara Eropa yang masyarkatnya bukan Islam… malah cenderung… Atheis… negerinya lebih bersih…

    Ketika aku mempunyai toko dan rumah di Depok Sawangan, aku+keluargaku (termasuk ex-suami yg bule + pembantu) memunguti sampah setiap kali… padahal sudah aku beri tong sampah (+plastiknya jadi tinggal ngankat aja)… aku invest 5 tong sampah.

    3 bulan kemudian, aku mulai menegur satu-persatu yang membuang sampah di halamanku termasuk guru TK Islam yang pagernya nempel di pekaranganku dan aku memberi modal tong sampah ke TK tersebut.

    Nah inilah awal masyarakat di situ tidak menyukaiku (ada yang suka dan tidak seh)… termasuk anaknya pak Haji pemilik TK tersebut… hal ini menimbulkan debat (kusir) saja mereka tidak terima ketika kukatakan “Kebersihan adalah sebagian dari Iman” mereka marah sekali dan mengatakan aku ini kafir…wakakakakakak……
    Lalu mereka melakukan 1001 cara untuk mengusirku … wakakakakak……

    Sorry enggak memojokkan agama ya. Paling enggak anda (yg bukan kafir) memotivasi sesamanya untuk hidup bersih. Hidup bersih itu awal dari hidup sehat. Jasmani yang sehat maka mental/moral pun sehat pula.

  4. wew, bener banget tuch. Semua yang akan Qta lakukan tidak lain dan tidak bukan pasti bermanfaat sngt besar bagi Qta suatu hari nanti, dan tentu sj bagi banyak kehidupan2 selnajutnya. Bayangin aj Qta akan melakukan sesuatu yg biasanya dianggap ‘kecil’ tp akan menghasilkan sesuatu yang besar…hehe
    maaflan diriQ jarang nongol, coz aQ lagi sibuk2 dgn tugas kuliah yang sisa sebulan kelar…doain y..
    keep blogging

  5. pangkal dari kebersihan adalah care dan menghargai orang lain, aku rasa demikian.

    memang tak lepas dari beragam problem teknis lain, design tata kota yang tak memadai, kurang dibentuknya kultur bidaya positif (please deh 32 tahun kita cuman diformat sbg mesin ekonomi),.. dst dst ..

    it’s our take to take over the agent of change’s responsibility .. will ya?

  6. setuju mas.
    hal besar berawalnya dari hal kecil jg lho..
    ia emg, tergantung individu masing2 niy,, kalo smua beraksi keren ala 3m,, wew.. bs kinclong kaya d jepang..

    btw, mas ikut BBC y?!
    semangat berkarya yak! ๐Ÿ˜‰

  7. Heuh, kadang kalo soal kebersihan,
    aku suka kesel sama diri sendiri,
    karna belm berani negor orang.

    Apalagi di kreta,
    beeeeuuuuuuuuuuuuuuh…
    gemes!!
    Orang keknya cuek amat buang sampag jeruk,
    ngeludah sembarangan,
    ngupas duku, lempar sana-sini..

    huh!

  8. setuju….
    mari sama2 jaga kebersihan kita, mungkin dari kebersihan pribadi dulu ya….gak perlu negor orang lain dulu, perbaiki diri kita dulu baru negor orang lain, setuju? ๐Ÿ™‚

    salam kenal mas angga

  9. What A nice blog Angga…tulisannya juga bagus-bagus. saya senang sekali tulisan ini, jarang lho yang perhatian sama lingkungan, apalagi anakmuda. terus berkarya, terus menginspirasi, dan terus Semangat!!!

    I Love the visual of this blog….bahasa anak mudanya “COOOOL” ^_^

  10. Wah ternyata saya belum meninggalkan jejak di sini yaw..

    Mmm…Masalah 3 M ini intinya saya sangat setuju dengan dari diri sendiri dari hal yang kecil dan dimulai dari sekarang juga..

    Siiip lah, semoga jaya negeriku jika mempunyai penerus yang memikirkan bangsanya seperti ini..

    Semangatz..AYO (^_^)

  11. Saya sangat setuju soal kebersihan dimulai dari diri sendiri. Jika setiap orang mau bertanggung-jawab atas kebersihan dalam radius 2 meter disekelilingnya, dimanapun berada, efeknya akan sangat luar biasa!

  12. ah, yah… kalo buat saya pribadi, kebersihan lingkungan dimulai dari kamar saya sendiri… nice post

  13. Dalam 2 tahun akhir2 ini udah gak pernah buang sampah sembarangan lagi…

    HoRee!!!!!

    semoga bisa bertahan dan mampu menular yakyakyak…

    (tapi berbanding terbalik dengan keadaan kamar yg brantakan :p)

    salam knal!!!

    (gw jga blom punya SIM lho XD )

  14. Kesadaran akan bersih memang harus kita tanamkan dan terapkan dari diri sendiri. karena yang ngerasain bersih kan kita juga ya pa?! ๐Ÿ˜€

  15. Dear All,

    I kindly requested you please change this in English bcz I would like to read this as well,

    Best Regards,

    Abdul Ghafar

  16. Benar, mulailah dari diri kita, Awalnya mungkin agak sulit, namun kalau sudah terbiasa akan jadi membudaya, sehingga negeri yang kita cintai ini pun akan kelihatan bersih dan Tak ada lagi cerita Banjir Karena Sampah. ๐Ÿ˜€
    Salam Hangat ๐Ÿ˜€

  17. Terkadang solusi dari permasalahan kompleks justru dari sebuah perilaku yang sederhana.

    Sebuah renungan untuk bangsa kita..

    (dan jangan cuman direnungkan)

    Yuk..mulai berperilaku sehat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s